Nov 23, 2010

Seperti Haji bersama Nabi


Bulan Zulhijjah adalah bulan haji, bulan pengorbanan. Banyak ibrah perjuangan yang wajar dan wajib diteladani. Melalui dan melepasi musim menunaikan haji pada tahun ini adalah suatu pengalaman yang baru bagi saya, bukan kerana berpeluang menunaikan haji, tetapi kesempatan mengerjakan umrah (buat kali pertama) pada Ramadhan lalu membuka perspektif baru terhadap ibadah haji dan umrah.

Selawat dan salam kita ke atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW serta keluarga dan Nabi Ibrahim AS Khalilullah serta keluarga baginda. Sesungguhnya musim haji tidak akan lari dari membicarakan pengorbanan Nabi Ibrahim AS. Yang daripada keturunan baginda lahir Nabi Muhammad SAW Rasul akhir zaman.

Kelebihan dan keutamaan baginda Nabi Ibrahim AS dicoretkan di dalam Al-Quran
وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لله وَهُوَ مُحْسِنٌ واتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَاتَّخَذَ اللّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلاً
Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.(An-Nisa':125)

Perjuangan baginda dalam menegakkan agama Allah sangat menggetirkan sehingga Nabi Ibrahim AS dimasukkan dalam Nabi Ulul 'Azmi yang lima. Dan ketika hukuman dibakar hidup-hidup di dalam api yang besar yang sangat terkenal itu hendak dijalankan, datang Jibril AS menawarkan bantuan untuk menyelamatkan baginda, dengan tenang menjawab:
حَسْبُنَا اللّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung."
Ujian demi ujian dihadapi baginda dengan keimanan yang tinggi, daripada baru saja dikurniakan zuriat pertama dan terus diperintahkan meninggalkan Hajar dan Ismail yang masih bayi di Mekah yang digambarkan dalam Al-Quran sebagai tanah yang kering kontang, sehinggalah diperintahkan Allah untuk 'menyembelih' anaknya sendiri. Namun baginda tetap menghadapinya dengan iman yang tinggi, bahkan dengan tenang menceritakan mimpinya yang wahyu itu kepada anaknya Ismail dengan tujuan juga untuk menguji tahap keimanan anaknya itu:
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu
akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". (Ash-Shaffaat:102)
Dan sehinggalah mereka anak-beranak membangunkan binaan Kaabah yang kini menjadi kiblat bagi umat Islam yang di mana dari tanah suci Mekah itu dilahirkan dan diutuskan Rasul akhir zaman, Nabi Muhammad SAW. Yang seperti Nabi Ibrahim AS yang berdakwah dengan hebat terhadap ayahnya, Nabi Muhammad SAW juga menghadapi tentangan hebat dalam dakwah baginda.


Alhamdulillah 'dijemput' menjadi tetamu Allah pada Ramadhan lalu adalah satu pengalaman baru dan tidak ternilai harganya. Teman yang belajar di sana apabila balik Malaysia bercuti menggambarkan umrah di musim Ramadhan adalah satu 'kerja cari pasal'. Namun kini saya percaya bahawa walau untuk mengerjakan umrah sekalipun, belum ibadah haji lagi, ia adalah pilihan dan ketentuan Allah. Ada orang yang berkemampuan sangat dari segi kewangan, tapi masih belum diberi kesempatan hatta untuk mengerjakan umrah.

Bila kita mengerjakan ibadah haji dan umrah dengan meneliti sirah dan sejarah terdahulu, pasti ibadah itu lebih bermakna. Perjalanan beribu-ribu kilometer dari bumi Jordan menuju Madinah seterusnya ke Mekah menggambarkan kepayahan Nabi dan umat terdahulu untuk mengerjakan ibadah ini. Kelelahan akibat perjalanan yang sangat 'panjang dan menyeksakan' ini tetap terasa walaupun hanya duduk di dalam bas yang sedikit berhawa dingin. Apalagi jika berjalan kaki mahupun menunggang unta!!


Tiada yang lebih mengasyikkan saya sepanjang berada di Al-Haramain ini adalah bagaimana 'antusias'nya manusia Muslim Mukmin ini untuk mengarap redha dan ganjaran Allah. Tidak pernah terbayang sebuah masjid (Masjidil Haram) yang sebesar dan seluas itu tidak mempunyai ruang seinci pun untuk menunaikan solat, hatta solat sunat 2 rakaat!! Lebih 'pelik' lagi melihat mereka 'bertengkar' untuk mendapatkan ruang solat bersama imam. Dipotretkan pada malam-malam ganjil akhir Ramadhan, khusus malam ke-27 Ramadhan, lebih 3 juta manusia berhimpun dan memenuhi setiap inci ruang di masjid besar itu sepanjang malam. Padanlah menjelang berbuka puasa malam itu, kelihatan beberapa buah helikopter berlegar di udara, khusus untuk merakamkan suasana hebat itu.

Makanya dengan pengalaman yang sedikit ini, semakin mengertilah saya dengan sabda Nabi SAW tentang keutamaan mengerjakan ibadah umrah di bulan Ramadhan sebagai, "seperti mengerjakan ibadah haji BERSAMA AKU". Dengan segala jenis kepayahan dan kesesakan manusia, ia seakan hampir dengan ibadah haji, yang kurang cuma manasik-manasik haji yang khusus; wukuf, melontar dan sebagainya.
لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِن شَاء اللَّهُ آمِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُؤُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا فَجَعَلَ مِن دُونِ ذَلِكَ فَتْحًا قَرِيبًا
Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidilharam, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.(Al-Fath:27)
Pastinya anak-anak, Insyirah dan Ilhan adalah sangat beruntung, walaupun mungkin tidak mengerti makna jaulah ini, namun pengalaman melihat ramainya manusia, bersesak-sesak, dihimpit-himpit, berpanas-panasan, tidur dan tersepit di celah ramainya manusia di masjid, bertawaf dengan abi dan umi dan banyak lagi pengalaman lain, pasti suatu yang istimewa buat dua anak kecil ini.

Semoga pengalaman ini bermanfaat dan diterima, juga mohon Allah menjemput kami menjadi tetamu-Nya untuk mengerjakan haji dalam masa yang paling dekat. Sesungguhnya kerinduan untuk kembali ke sana sentiasa memuncak, semoga Allah mengabulkan doa-doa kami..amiin


p/s: Mabruk buat 'Haji Haji' Shahrul dan 'Hajah Hajah' Marwah, moga kalian dirahmati Allah selalu, terkhusus juga buat Hanin yang ditinggalkan :)

1 comments:

DIA Muhammad Ashraf Alexis said...

http://diamuhammadashrafalexis.blogspot.com/
salam.this is my novel..read if you have time and be my follower.i need around 200 blog follower to publish my novel...hope your support friend...thanks...
like your post..